The 1st Gadget's TV Magazine

Canon HV-30 vs Sony HDR-SR12 : “Pilihan Antara Media Rekam MiniDV dan Hard Disk Drive”

In Camcorder on May 22, 2008 at 4:20 am

Perangkat camcorder memang tidak sepopuler keberadaan ponsel. Namun tanpa dinyana, perkembangan teknologi camcorder kini sudah berkembang pesat. Inilah yang coba ingin diangkat Canon dan Sony lewat camcorder mutakhirnya. Mana diantara keduanya yang paling sesuai dalam genggaman Anda ?

Sekalipun tidak seingar-bingar dalam industri telepon seluler, persaingan di ranah perangkat camcorder secara konsisten terus menunjukkan perkembang yang ekstensif. Dua produsen kamera rekam atau camcorder Jepan terus bersaing berebut pengaruh. Canon mengeluarkan seri HV-30, adapun Sony merilis HDR-SR12.

Canon HV-30 dilengkapi lensa berkemampuan zoom optik sepuluh kali dan layar LCD yang dapat dihadapkan ke berbagai arah untuk memudahkan pengguna menata komposisi video.

Sama dengan Canon, teknologi Sony HDR-SR12 diambil dari inovasi-inovasi camcorder profesional dan kamera D-SLR, seperti sensor ClearVid CMOS untuk mendapatkan hasil beresolusi tinggi. Jajaran terbaru Handycam HDD High Definition ini juga memiliki teknologi face detection pada mode video dan foto yang dapat mengenali hingga 8 wajah pada frame LCD di camcorder.

Dari sisi teknologi media penyimpan, HV-30 terbilang ketinggalan jaman karena masih menggunakan pita MiniDV. Namun, camcorder berpita Mini-DV berharga lebih murah daripada camcorder bermemori HDD (hard disk drive) atau flash. Ini bisa jadi daya tarik tersendiri pada HV-30. Apalagi kualitas yang dihasilkan camcorder ini sudah standar broadcast.

Kelemahannya, perekaman dengan MiniDV memiliki batas maksimum 60 menit. Jika pengguna ingin merekam video lebih lama, pengguna pun harus membawa pita MiniDV tambahan.

Berbeda dengan Sony. Pada jajaran Hard Disk Drive, HDR-SR12 memiliki Hard Disk Drive 120GB yang dapat merekam secara terus menerus hingga 48 jam video HD. Tidak hanya itu, rekaman video dengan Hybrid dan Hybrid Plus pada camcorder-camcorder AVCHD, kini memungkinkan user untuk merekam video langsung ke Memory Stick PRO Duo yang dijual secara terpisah.

Disamping kelebihan yang ada, kekurangan dari Sony HDR-SR12 adalah ketika hendak mentransfer hasil syuting ke DVD harus melalui alat tertentu yang dijual secara terpisah.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kedua camcorder ini memang punya disparitas harga yang lumayan. Sony HDR-SR12 dijual sekitar harga Rp 17-18 juta. Sedangkan Canon HV-30 sekitar U$1295. Mengingat tingginya harga camcorder high-definition, maka segmen pasarnya pun sangat terbatas.

  1. tolong dong program laptop/notebook gratis bagi smk ditampilkan di blog ini atau tolong kirim ke email saya. Mohon kerjasamanya . sarif

  2. Mas Syarif,

    Terimakasih untuk masukannya. Teman-teman reporter kami akan coba berusaha mencari informasi dan menampilkan program laptop gratis itu. Semoga bisa segera tayang. Amin 3x…

  3. kamera handy sekarang memang eranya sudah bergeser ke media hardisk/memori, tapi perlu diingat juga kalau media kaset juga punya banyak keunggulan diantaranya, mudah perawatan dan pembelian kasetnya. sayang sekali produsen sekarang lebih megincr segmen itu yang nota bene merupakan family user, dengan tata cara pengambilan gambar yang apa adanya. praktis memang, tapi ujungnya repot. terlebih hasil kualitas gambar juga telah dipadatkan mejadi mpeg hampir 30% kualitas gambar menurun dibandingkan output avi.

    nahhh untuk segmen semi pro justru akan sangat menyukai media kaset minidv (mudah serta gampang proses transfernya maupun penyimpanannya) dibandingkan dengan media digital yang diharuskan pula user wajib meiliki piranti tambahan. amat sayang segmen ini dilupakan para produsen.

    kemudian, bagaimanapun pencahayaan tentu akan sangat mendukung proses dalam pengambilan gambar. dari sekian banyak camera handy, produsen juga saat ini jarang banget yang menyertakan slot dudukan lampu. pengguna pasti akan sangat kerepotan dengan kondisi ini, jikalu ada, seberapa kuat manual eksposure untuk kamera handy di ruangan yang perlu lampu?? ini juga telah dilupakan produsennya.

    sekarang ini memang sangat sulit untuk bisa memiliki kamera handy yang memiliki kelengkapan standar broadcast untu kelas semi pro. sebut saja Panasonik yang lebih dulu memperkenalkan tekhnologi 3ccd type NVGS-250/300/400 sekarang ini telah discontinue, termasu generasi sebelumnya yaitu Sony type TRV (nomor seri saya lupa) tapi yang jelas TRV-75e juga telah discontinue. meski dengan menggunakan tekhnologi lawas, namun untuk kualitas gambarnya jauh lebih baik dibandingkan dengan camera masa kini di kelas family user.

  4. Contoh2 hasil perekaman menggunakan Sony HDR-SR12E http://www.vimeo.com/audy
    smoga bermanfaat.🙂

  5. apakah sekarang canon HV30 masih tersedia dipasaran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: