Dibandingkan dengan jenis industri yang lain, industri telekomunikasi dan informasi di tanah air jauh lebih “seksi”, menggiurkan sekaligus menjanjikan. Bagaimana tidak, dalam setahun keuntungan yang diraup dari satu operator seluler bisa mencapai Rp10 trilyun! Pertumbuhan sektor ini dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan, meski di tahun 2008 ini menurut para pengamat telekomunikasi dan informasi, kenaikannya tidak sampai sedahsyat tahun-tahun sebelumnya. Tapi bila melihat teledensitas (perbandingan antara jumlah penduduk dengan sambungan telepon tetap maupun seluler), sesungguhnya masih ada peluang besar.
Menurut Heru Sutadi, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), pelanggan seluler GSM & CDMA di Indonesia saat ini baru mencapai angka 80 juta sambungan telepon, dan untuk fixed wireless access baru mencapai 15 juta sambungan. Artinya dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta, peluang dalam bisnis telekomunikasi dan informasi masih terbuka lebar.
udah lama nih ga beli henpon… maklum yg terakhir blom rusak2 dah 3 taon lebih